Gerdu Konser Lisan di MI Tawang Semarang

Mahasiswa PGSD FIP UNNES adakan Pengabdian Masyarakat di MI Tawang, Semarang.

Mahasiswa PGSD UNNES membuat program kreativitas mahasiswa dalam bidang pengabdian masyarakat. PKM bidang pengabdian masyarakat (PKM-M) ini mengusung nama Gerdu Konser Lisan (Gerakan Edukasi Konservasi, Literasi, dan Sains) yang diterapkan pada warga sekolah dasar.  Program tersebut dilaksanakan  di  MI Tawang Rejosari Semarang mulai dari bulan April-Juli 2019. Program ini menggabungkan beberapa bidang kegiatan yaitu Konservasi, Literasi, dan Sains.

Ketua kelompok, Uswatun Khasanah mengatakan, Program ini bertujuan mengatasi permasalahan yang ada dalam bidang konservasi, literasi, dan sains dengan penanaman nilai-nilai karakter baik melalui  pembiasaan diri siswa sekolah dasar. “Kami melihat belum adanya kegiatan yang mengkolaborasikan ketiga bidang tersebut untuk menanamkan karakter kepada generasi bangsa” tutur Uswatun, Selasa (7/6).

Mahasiswa PGSD ini menambahkan, MI Tawang merupakan sekolah yang berada dikawasan padat penduduk dan berdekatan dengan kawasan pasar serta sungai yang tercemar. Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan berdasarkan observasi lapangan sehingga berdampak pada perilaku siswa di sekolah.

Menurut Kepala Madrasah juga menegaskan bahwa pendidikan karakter siswa di MI Tawang perlu ditingkatkan mulai dari kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, semangat berliterasi, dan meningkatkan kemampuan siswa yang berkaitan dengan lingkungan sekitarnya. 

Sosialisasi Tim PKM-M Jurusan PGSD FIP UNNES di MI Tawang, Semarang

Konsep pelaksanaan kegiatan PKM-M ini terdiri dari sosialisasi dan pelatihan disesuaikan dengan taraf perkembangan siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah learning by doing, metode ini membuat nilai-nilai karakter baik dapat melekat pada siswa melalui kegiatan yang dilakukan.  Pelaksanaan Gerakan konservasi dengan adanya gerakan membuang sampah pada tempatnya, Pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya, pemanfaatan sampah, penanaman pohon dalam bentuk vertical garden. Gerakan sains mengajak seluruh elemen dalam memanfaatkan sampah menjadi bernilai guna dengan cara mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos dan sampah non organik menjadi media pembelajaran. Kedua gerakan konservasi dan sains dipadukan menjadi sebuah karya tulis dalam bingkai gerakan literasi berupa cerpen atau puisi yang sumber inspirasinya adalah lingkungan sekitar.

Siswa Mempraktekan Penanaman Pada Media Tanam Peralon

Kelompok ini beranggotakan Empat orang, yakni Uswatun khasanah sebagai ketua serta tiga orang anggota lain yaitu Avisha Fitiriani, Eva Fauzi dan Zulfa Rusmalia. Keempat anggota berasal dari Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP UNNES. Proses pelaksanaannya mereka dibimbing dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Unnes, Desi Wulandari, S.Pd., M.Pd. “Dengan program gerdu konser lisan ini kami dan pihak sekolah berharap siswa sekolah dasar dapat memiliki nilai karakter yang baik mulai dari kreatif, mandiri, dan juga peduli lingkungan. Ketika karakter baik sudah tertanam sejak dini maka akan terbangun karakter bangsa yang lebih kokoh ” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *