Warning: scandir(/home/pgsd/public_html/wp-content/uploads/landing-pages/templates/): failed to open dir: No such file or directory in /home/pgsd/public_html/wp-content/plugins/landing-pages/classes/class.load-extensions.php on line 239

Warning: scandir(): (errno 122): Disk quota exceeded in /home/pgsd/public_html/wp-content/plugins/landing-pages/classes/class.load-extensions.php on line 239

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pgsd/public_html/wp-content/plugins/landing-pages/classes/class.load-extensions.php on line 241
Studi Lanjut, Kenapa Tidak ? – PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
Universitas Negeri Semarang

Agenda Jurusan | PGSD FIP Unnes

september, 2017

Sort Options

No Events

RUANG KITA

<<<Orang yang bijak adalah yang tahu siapa yang harus dia percaya. Orang yang lebih bijak adalah dia yang selalu bisa dipercaya>>>

Studi Lanjut, Kenapa Tidak ?

Push Yourself, Because No One Is Going To Do It For You

14459785_1323960764290558_1456526455_nJika ditanya, saya akan menjawab susah, sulit, kemungkinan gagal sangat besar, banyak orang yang mencibir, mengejek dll. Apalagi dengan kemampuan otak yang tidak seberapa dan dari keluarga yang sederhana seperti saya ini untuk kuliah diluar negeri pasti angan-angan yang besar dan sangat sulit untuk dicapai, membicarakannya saja banyak orang bilang tidak mungkin. Bukan hanya saya, bahkan teman-teman saya jika ditanya tentang kuliah di luar negeri sudah ragu dan pesimis, selanjutnya sudah takut mencoba. Padahal jika kita mau mencari informasi tentang para penerima beasiswa luar negeri, ternyata tidak semua dari mereka sudah mahir dalam bahasa inggris, contohnya saya. Banyak dari mereka berasal dari keluarga kurang mampu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja masih kesulitan.

Sedikit cerita mungkin akan saya sisipkan, saat kuliah S1 dulu saya harus membiayai diri saya sendiri sekaligus 6 adik saya yang saat itu masih sekolah, betapa keseharian saya sebenarnya jauh dari kata “nyaman”. Namun dengan semua kekurangan dan kesulitan tersebut saya tetap mensyukurinya dan tidak menyurutkan mimipiku untuk tetap mengikuti seleksi beasiswa S2.

If your dreams don’t scare you, they are not big enough–quote

Banyak teman-teman penerima beasiswa mempunyai kekurangan dibeberapa hal, namun mereka nekat, menutupi semua kekurangan tersebut dan tetap mengikuti jalan mimpinya untuk kuliah di luar negeri. Jangan terlalu menghiraukan tantangan dan cobaan yang sudah pasti akan menghadang, maju dan terus mencoba adalah solusinya. Bukan berhenti dan perlahan melupakan mimpimu.

Saya wisuda bulan Oktober 2015 yang lalu dengan IPK yang pas-pasan, kemampuan bahasa inggris juga sangat kurang, namun saya mempunyai keinginan yang tinggi untuk melanjutkan study S2 melalui jalur beasiswa. Perlahan saya menutupi kekurangan yang ada, mulai berlatih menulis essay, mengenal rencana belajar, surat rekomendasi yang benar, bahkan kursus bahasa inggris dll. Semua itu tentu saja pertama bagiku dan tentu tidak mudah untuk menyesuaikan dengan segala persyaratan tersebut. Banyak sekali tantangan yang harus saya hadapi, saat itu saya juga harus menyempatkan waktu untuk bekerja. Budidaya jamur tiram menjadi kegiatanku selama kurang lebih 6 bulan, keseharian yang saya lakukan adalah bangun setiap pukul 2 pagi dan memanen jamur tiram yang sudah siap dipasarkan dan segera mengemasnya selama kurang lebih 1 jam dan setelah itu pergi ke pasar tradisional untuk menjualnya, setelah habis terjual atau sekitar pukul 5 pagi saya pulang untuk mandi. Sekitar jam setengah 7 pagi saya berangkat lagi untuk berjualan LKS atau Buku pegangan untuk siswa khususnya siswa SD. Waktu luang yang saya miliki saat itu adalah sore hari untuk mempersiapkan dagangan atau LKS yang akan saya jual di hari selanjutnya, setelah itu barulah saya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang beasiswa S2, jenis-jenis beasiswa untuk S2, persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan, jurusan yang sesuai, Universitas yang berkualitas, penyelenggara atau sponsor beasiswa S2, dll. Saat itu perencanaan segala sesuatunya harus benar-benar matang, pembagian waktu yang tepat sangat diperlukan, karena saya sadar Mimpi yang besar sebanding dengan Resikonya.

Bulan April awal saya berkonsultasi dengan Pak Farid Ahmadi tentang keinginan saya untuk melanjutkan S2 jalur beasiswa dan ternyata beliau mempunyai informasi tentang beasiswa CGS (Chinese Goverment Schoolarship). Pak Farid menyarankan saya untuk mencoba mengumpulkan persyaratan yang dibutuhkan dan mencoba mendaftar. Ya, saya mencobanya.

Penantian panjang dimulai, selang dua minggu dari deadline pengumpulan berkas, sebenarnya sudah keluar pengumuman siapa saja yang lolos, namun ternyata ada kesalahan dan pengumuman tersebut belum final. Sebenarnya beasiswa ini dibuka melalui beberapa penyelenggara, salah satunya melalui Kedutaan China, universitas yang dituju, Mofcom, dan AUN (Asean United Nation). Sedangkan baru mulai tahun 2016 ini Dikti diberikan kuota penerima CGS, sehingga masih terdapat beberapa kekurangan yang akhirnya berdampak pada mundurnya pengumuman final dan kurang jelasnya info yang diberikan.

Akhirnya tepat sebelum hari kemerdekaan, 16 Agustus 2016 pengumuman tersebut keluar. Alkhamdulillah nama saya ada di dalam list penerima CGS S2 jurusan Primary School Education di Shanghai Normal University. Kaget? Bersyukur? Senang? Iya, semua itu yang saya rasakan, seketika teringat dengan Almarhum, Pak, mimpi anakmu untuk melanjutkan S2 beasiswa terwujud. Alkhamdulillah.

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams—Eleanor Roosevelt

Tapi apa semua cerita diatas sudah berakhir? Tidak, setelah pengumuman tersebut sampai hari ini masih banyak hal yang harus saya lakukan dan korbankan. Bahkan, setelah sampai di China masih banyak tahapan yang harus saya lewati sebelum benar-benar terdaftar menjadi mahasiswa di Shanghai Normal University, dan tahapan tersebut ternyata tidak mudah.

Perjuanganku belum selesai, kerja kerasku belum usai, belum saatnya membuat diri ini “nyaman” dan cerita ini masih sangat panjang.

Untuk kamu yang merasa sudah “nyaman” diposisimu sekarang, jika ingin menjadi kupu-kupu kamu harus siap meninggalkan ke”nyaman”anmu sebagai seekor ulat. Pilihlah antara mendekam di dalam kepompong atau mencoba melebarkan sayap dan mencoba untuk terbang setinggi mungkin.

Dan untuk kamu yang mungkin belum mempunyai mimpi, “Life is Short, Live Bold! Be Hard, be You, Dream Big, Take Risks, Don’t Wait!” Misty Gibbs

Semoga bermanfaat, Wassalamualaikum Wr Wb

Shanghai, 21 September 2016

TTD

Muhammad Fadlan

 

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *